CERPEN :
“Pengalaman Tak Terlupakan”
Namaku Rani Setyani, biasa di sapa Rani. Aku menimba ilmu di SMP 179 Jakarta, yang merupakan salah satu sekolah favorite di wilayah Jakarta Timur. Ketika itu, aku duduk dikelas 8, tapi sekarang aku sudah kelas 9. Aku memang mengikuti ekskul ansambel musik sejak kelas 7 dan aku senang bisa menjadi bagian dari grup ansambel one zoe land.
Hari itu, Senin, 2 Mei 2011, aku dan grup ansambel musik mengikuti suatu event, yang bernama Festival Yamaha Ansambel Recorder tingkat provinsi DKI Jakarta. Berlokasi di Gedung sasono Langen Budoyo, TMII. Yang diikuti siswa SD dan SMP di DKI Jakarta. Sekitar pukul 07.30, kami berangkat ke sana, dengan rombongan yang terdiri dari 35 pemain inti, 1 pemain cadangan, guru pembimbing ekskul ansambel, yaitu Pak Palah, dan beberapa orang siswa perwakilan dari kelas 7 dan 8. Kami kesana naik mobil carry carteran. Setelah beberapa menit menempuh perjalanan, kami pun sampai ditempat tujuan.
Setelah sampai, kami masuk dan duduk ditempat yang telah disediakan. Tepat pukul 09.00 acaranya dimulai. Dalam lomba ini ada 3 juri, dan juri utamanya adalah Cheppy Soemirat. Kami dapat urutan tampil ke 6, waktu bergulir begitu cepat tak terasa sudah sampai di nomor 5, dan kami bersiap dibelakang panggung. Sebelumnya kami berdoa agar dimudahkan.
Kami memasuki panggung dengan santai, dan segera duduk di tempat masing-masing. Permainan dimulai, kami berusaha santai dan tidak gerogi agar meminimalisir terjadinya kesalahan. Kami membawakan lagu Lenggang Padi dan Jali-Jali. Lima menit berlalu, selesailah penampilan kami. Kami duduk ditempat semula dan kembali menonton. Semua grup bagus bagus, memiliki plus minus tersendiri dan ada beberapa grup yang kami unggulkan dan kami nilai lebih bagus dibanding kami. Kata Pak Palah kami main sudah bagus dan maksimal. Hanya sedikit kesalahan pada gitar.
Tak terasa semua sudah tampil. Juri minta waktu 15 menit untuk berunding. 15 menit berlalu, kami sudah tak berharap, karena saingannya berat. juara 3 yaitu, sekolah swasta kristen, juara 2 yaitu, SMPN 9, kami sudah frustasi dan tidak berharap lagi. Dan juara 1 diumumkan, yaitu SMPN 179 Jakarta… kami benar-benar tak menyangka, karena semua seperti mimpi. Kamipun bersorak gembira, meloncat-loncat kegirangan, dan bahkan ada yang menangis karena terharu.
Bahagia sekali rasanya bisa dapat juara, kami sangat bersyukur pada Tuhan akan karunianya yang satu ini. Beban yang dahulu kami rasa, kini telah raib, dan tergantikan oleh kelegaan yang luar biasa. Hadiah yang kami dapat berupa piala bergilir, alat musik flute, sejumlah pianika dan recorder. Kami pulang dengan bahagia dan suka cita. Bagiku pengalaman ini tak akan terlupa seumur hidupku dan akan selalu ku kenang, sebagai kenangan terindah dalam hidupku, dimana kutemukan buah dari perjuangan, kerja keras, dan kebersamaan yang kami jalani.

